Membandingkan metode penilaian efektivitas inisiatif REDD+ subnasional uri icon

abstract

  • Peran kunci hutan dalam mitigasi perubahan iklim, sebagaimana diakui perjanjian Paris, meningkatkan kebutuhan untuk mengembangkan dan menguji metode pemantauan dan evaluasi efektivitas karbon REDD+. Dalam satu dekade terakhir ini, ratusan inisiatif REDD+ subnasional muncul, dan memberi peluang untuk menguji coba dan membandingkan berbagai pendekatan penghitungan dampak emisi karbon. Penelitian ini (1) mengembangkan metode Intervensi-Kontrol-Sebelum-dan-Sesudah (BACI) untuk menilai efektivitas inisiatif REDD+ tersebut; (2) membandingkan hasil skala meso (inisiatif) dan mikro (desa); dan (3) membandingkan BACI dengan hasil metode Sebelum-Sesudah (BA) yang lebih sederhana. Penelitian kami meliputi 23 inisiatif REDD+ subnasional di Brasil, Peru, Kamerun, Tanzania, Indonesia dan Vietnam. Kami menggunakan kehilangan tutupan pohon sebagai proksi deforestasi. Kami menggabungkan data ke dalam dua periode (sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan setiap inisiatif). Analisis dengan menggunakan area kontrol (“intervensi-kontrol”) menunjukkan performa REDD+ lebih baik, meski efeknya lebih terungkap pada level mikro dibanding meso. Meskipun begitu, BACI memerlukan lebih banyak data dibanding BA, dan berpotensi terjadi bias pada periode sebelum. Pemilihan area kontrol yang tepat menjadi penting, meski tidak bisa dilakukan secara langsung pada skala manapun. Titik rendah dan tahun puncak angka deforestasi absolut mempengaruhi hasil BA maupun BACI. Pada prinsipnya, BACI lebih unggul, karena berpotensi untuk secara efektif mengontrol faktor pengganggu. Kami menyimpulkan, makin lokal skala penilaian performa, makin relevan pemanfaatan pendekatan BACI. Dengan beberapa alasan, sejauh ini kami menemukan dampak minimal REDD+ secara umum dalam mengurangi deforestasi di lapangan. Menggabungkan hasil dari pemantauan level mikro dan meso ke dalam sistem pelaporan nasional menjadi penting, karena keseluruhan dampak REDD+ bergantung pada keputusan pemanfaatan lahan di lapangan

publication date

  • 2017